“Bunda...sejak di kandungan ananda sudah
berenang lho”
selama 9 bulan dalam kandungan, rupanya anak
kita ‘berenang’ dalam sebuah kantung
setipis balon berisi cairan. Dan cairan
ini pun bukanlah sekadar air biasa. Fungsinya banyak dan penting bagi kehidupan
pertama seorang bayi. Ya, cairan inilah yang
disebut air ketuban
Menurut dunia medis cairan ini berwarna putih, agak keruh, serta berbau
agak amis. Ia menjamin organ-organ janin untuk siap
berfungsi setelah lahir. Sang janin, ketika di dalam
rahim, menggunakan cairan ketuban untuk berlatih menyesuaikan diri dengan dunia
luar.
Pertama yang dilakukan janin adalah dengan menelan cairan tersebut
secara teratur. Dengan cara ini, lidah sang bayi mulai merasakan
rasa pahit, rasa manis, rasa asin dan asam.
Setelah itu, kelenjar ludah mulai berfungsi. Cairan
ketuban yang ditelan oleh janin akan membuat si janin menyiapkan usus untuk
fungsi penyerapannya, dan membuat ginjal bekerja karena perlunya penyaringan
konstan cairan tersebut dari darah. Cairan yang
diserap dari ginjal dikirimkan kembali ke cairan ketuban, tanpa mencemarinya,
karena ginjal memiliki kemampuan, berbeda dengan fungsi nantinya, menyaring dan
mensterilkan cairan yang ditelan oleh si janin. Dan cairan
ini, sama seperti saat anda membersihkan kolam renang, secara terus menerus
dibersihkan dengan bantuan sedikit cairan lain.
Seiring dengan perkembangannya, cairan saluran cerna mulai disekresikan ke
dalam lambung agar sistem pencernaan siap sepenuhnya, dan
sel-sel usus janin yang baru terbentuk memperoleh kemampuan untuk membedakan
antara gula dan garam dan kemudian mengembalikan produk-produk sisa khusus ke
darah sang ibu. Dengan cara ini, baik usus maupun ginjal
sama-sama bekerja. Cairan ketuban dicerna oleh
usus janin setiap 3 jam, berarti delapan kali sehari dan dikembalikan ke ibu
melalui darah. Cairan yang tertelan dilepaskan ke kolam cairan
ketuban, baik dari rahim ibu maupun dari paru-paru dan ginjal janin tempat
cairan tersebut terbentuk. Dengan begitu,
jumlah cairan yang sangat penting bagi sang janin ini, tetap konstan. Karena sistem yang sempurna ini, sistem
pencernaan janin bekerja tanpa membahayakan si janin.
Cairan ketuban tidak hanya mempersiapkan sistem pencernaan untuk masa
setelah lahir, tapi juga menjamin si janin dapat bergerak lebih nyaman di dalam
rahim sang ibu.
Cairan
ini juga melindungi si janin dari gangguan dunia luar.
Tekanan dari arah manapun terhadap cairan ini disebarkan secara merata ke
segala arah sehingga melindungi sang janin dari efek yang membahayakan.Sebagai contoh, jika si ibu berlari, guncangan yang
terjadi tidak menimbulkan efek terhadap si janin; sama seperti gabus yang
diguncang di dalam tabung yang berisi air. Sistem
perlindungan yang sangat sempurna ini telah diciptakan untuk janin, setiap
jenis bahaya yang mungkin terjadi telah diramalkan dan tindakan pencegahan
terhadapnya pun telah disiapkan.
salam kenal sis ..
BalasHapusakhirnya dapt juga artikel yg sy cari-cari terimakasih ya...
dan bayi wajib memakai kaos kaki bayi sampai umur berapa ....
mohon infonya..