slide foto





Sabtu, 13 Mei 2017
Sabtu, 23 Agustus 2014
Senin, 11 Agustus 2014
Janinpun berenang
“Bunda...sejak di kandungan ananda sudah
berenang lho”
selama 9 bulan dalam kandungan, rupanya anak
kita ‘berenang’ dalam sebuah kantung
setipis balon berisi cairan. Dan cairan
ini pun bukanlah sekadar air biasa. Fungsinya banyak dan penting bagi kehidupan
pertama seorang bayi. Ya, cairan inilah yang
disebut air ketuban
Menurut dunia medis cairan ini berwarna putih, agak keruh, serta berbau
agak amis. Ia menjamin organ-organ janin untuk siap
berfungsi setelah lahir. Sang janin, ketika di dalam
rahim, menggunakan cairan ketuban untuk berlatih menyesuaikan diri dengan dunia
luar.
Pertama yang dilakukan janin adalah dengan menelan cairan tersebut
secara teratur. Dengan cara ini, lidah sang bayi mulai merasakan
rasa pahit, rasa manis, rasa asin dan asam.
Setelah itu, kelenjar ludah mulai berfungsi. Cairan
ketuban yang ditelan oleh janin akan membuat si janin menyiapkan usus untuk
fungsi penyerapannya, dan membuat ginjal bekerja karena perlunya penyaringan
konstan cairan tersebut dari darah. Cairan yang
diserap dari ginjal dikirimkan kembali ke cairan ketuban, tanpa mencemarinya,
karena ginjal memiliki kemampuan, berbeda dengan fungsi nantinya, menyaring dan
mensterilkan cairan yang ditelan oleh si janin. Dan cairan
ini, sama seperti saat anda membersihkan kolam renang, secara terus menerus
dibersihkan dengan bantuan sedikit cairan lain.
Seiring dengan perkembangannya, cairan saluran cerna mulai disekresikan ke
dalam lambung agar sistem pencernaan siap sepenuhnya, dan
sel-sel usus janin yang baru terbentuk memperoleh kemampuan untuk membedakan
antara gula dan garam dan kemudian mengembalikan produk-produk sisa khusus ke
darah sang ibu. Dengan cara ini, baik usus maupun ginjal
sama-sama bekerja. Cairan ketuban dicerna oleh
usus janin setiap 3 jam, berarti delapan kali sehari dan dikembalikan ke ibu
melalui darah. Cairan yang tertelan dilepaskan ke kolam cairan
ketuban, baik dari rahim ibu maupun dari paru-paru dan ginjal janin tempat
cairan tersebut terbentuk. Dengan begitu,
jumlah cairan yang sangat penting bagi sang janin ini, tetap konstan. Karena sistem yang sempurna ini, sistem
pencernaan janin bekerja tanpa membahayakan si janin.
Cairan ketuban tidak hanya mempersiapkan sistem pencernaan untuk masa
setelah lahir, tapi juga menjamin si janin dapat bergerak lebih nyaman di dalam
rahim sang ibu.
Cairan
ini juga melindungi si janin dari gangguan dunia luar.
Tekanan dari arah manapun terhadap cairan ini disebarkan secara merata ke
segala arah sehingga melindungi sang janin dari efek yang membahayakan.Sebagai contoh, jika si ibu berlari, guncangan yang
terjadi tidak menimbulkan efek terhadap si janin; sama seperti gabus yang
diguncang di dalam tabung yang berisi air. Sistem
perlindungan yang sangat sempurna ini telah diciptakan untuk janin, setiap
jenis bahaya yang mungkin terjadi telah diramalkan dan tindakan pencegahan
terhadapnya pun telah disiapkan.
Rabu, 11 Desember 2013
ALAMAT
Alamat : Jl. Nogotirto 108 Gamping Sleman Yogyakarta
Telp : (0274) 627108, 087739608525
e-mail : syakirababyspa@gmail.com
Selasa, 26 November 2013
MANFAAT MENCUKUR BAYI
Tradisi mencukur rambut bayi di berbagai budaya:
Masyarakat Islam menjalankan memotong
rambut bayi bersamaan dengan waktu akikah atau sekitar 7 hari setelah
kelahirannya. Berat rambut yang tergunting itu kemudian ditimbang dan seberat
itu pula akan dikeluarkan perak untuk disedekahkan kepada fakir miskin.
Masyarakat Hindu India juga mempunyai
tradisi memotong rambut bayi untuk membersihkannya dari hal-hal negatif dalam
kehidupan sebelumnya.
Di Thailand ada upacara Khwan yang
diselenggarakan saat si kecil berusia satu bulan. rambut si kecil akan dicukur
habis oleh biksu/pemuka agama Budha dan ditempatkan pada wadah yang terbuat
dari kulit pisang dan kemudian diapungkan ke air.
Masyarakat Tionghoa, upacara cukur rambut
diberi nama Man Ye /Man Yue yang dirayakan ketika si kecil berusia 1
bulan. Saat acara ini, rambut si kecil akan dicukur, dibungkus dengan kain
merah dan dijahit pada bantal si kecil. Hal ini dilakukan dengan harapan agar
si kecil menjadi anak yang berani dan tidak mudah takut.
Masyarakat
Jawa melaksanakan tradisi potong rambut saat bayi berusia 35 hari atau
bertepatan dengan upacara selapanan. Pada saat itu beberapa orang
yang dituakan seperti eyang/bude/pakde secara bergantian akan memotong sejumput
rambut bayi.
Masyarakat Ternate-Maluku Utara juga
mempunyai tradisi memotong rambut bayi yang disebut saro-saro. Upacara
ini sebagai simbol untuk menyambut kehidupan baru bagi sang bayi. Tradisi
potong rambut ini biasanya diteruskan dengan mencukur plontos kepala bayi
hingga bersih.
Manfaat Mencukur Bayi
1. Membersihkan lemak dan zat-zat sisa dari rahim ibu yang mungkin
terbawa/menempel di rambut pada proses persalinan
2. Ketika bayi terkena gumohan (muntahan) bahkan ompol
(air kencing) saat tidur yang mungkin
saja mengotori tubuh hingga kepala bayi,
kalau kepala bayi gundul, tentu lebih mudah membersihkannya.
3. Kepala gundul juga membuat bayi merasa lebih dingin, apalagi
bila tinggal di daerah tropis seperti Indonesia. Embusan angin yang
langsung mengenai pori-porinya mampu mengurangi kegerahan.
4. Kepala plontos bayi juga memudahkan ibu untuk mengamati
kalau-kalau ada sesuatu yang tak diharapkan, seperti iritasi, bisul, luka dan
sebagainya.
Untuk memudahkan proses mencukur, sebaiknya
dilakukan saat bayi tidur, karena sewaktu tidur, bayi tidak banyak bergerak
sehingga mengurangi risiko terluka saat dicukur. Sebaiknya juga dilakukan oleh
dua orang dewasa. Satu orang dewasa memangku/menggendongnya, seorang lagi
menggunting rambutnya. Kalau sekiranya tidak pede atau takut terjadi
sesuatu maka dating saja ke tempat-tempat khusus cukur bayi.
Setelah tercukur habis, mungkin di kulit kepala
bayi terlihat noda-noda yang bentuknya seperti “pulau”. Itulah yang disebut cradle
cap atau dermatitis seboroik. Noda berupa sisik berlemak ini muncul
akibat meningkatnya aktivitas kelenjar sebasea dan juga pengaruh hormon
androgen ibu saat hamil. Bila dibiarkan saja, tumpukan lemak ini akan
menghambat sirkulasi keringat yang mengakibatkan munculnya gangguan kulit
berupa biang keringat, bisul, abses dan sejenisnya. Jadi meski sudah dicukur
plontos tetap bersihkan kepala bayi secara teratur.
Kalau dermatitis seboroik itu terlihat
mengganggu, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Biasanya dokter
akan memberikan obat antiseboroik yang digunakan dengan mengoleskannya ke
kepala setelah dicampur dengan minyak kelapa. Esok paginya sisir dengan
menggunakan sisir bergigi rapat untuk mengangkat kotoran tersebut.
(sumber : tabloid Nakita)
Selasa, 19 November 2013
SENAM BAYI
Awalnya senam bayi diterapkan sebagai salah satu cara
rehabilitasi bagi bayi-bayi yamg mengalami kelainan pertumbuhan dan
perkembangan. Misalnya bayi yang terancam menderita kelumpuhan dapat dicegah
dengan latihan senam sejak bayi. Tapi dalam perkembangannya, senam bayi
diperluas dan diterapkan sebagai latihan untuk membantu stimulasi pertumbuhan
perkembangan sistem syaraf dan motorik bayi-bayi yang sehat dan
normal
Sejalan dengan semakin kokohnya tubuh dan kemampuan
bayi, olah tubuh yang bisa dilakukan lebih beragam. Untuk bayi usia 6-12 bulan,
akan senang bila diajak senam
(baby
gym), yoga, dan berenang..
Melalui baby gym, kedekatan (bonding)
antara ibu dan si kecil akan semakin kuat. Secara umum persiapan yang dilakukan
sebelum melakukan baby gym sama dengan hal-hal yang perlu diperhatikan
pada pijat
bayi.
MANFAAT BABY GYM
·
Menguatkan otot-otot dan persendian.
·
Meningkatkan perkembangan motorik.
·
Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.
·
Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.
·
Meningkatkan ketahanan tubuh.
·
Meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsi tubuh.
·
Meningkatkan kewaspadaan.
·
Memperkuat interaksi antara orang tua dan bayi.
·
Mempelancar peredaran darah dan menguatkan jantung.
SYARAT MELAKUKAN BABY GYM
·
Si kecil berusia minimal 3 bulan.
·
Anak dalam keadaan sehat.
·
Otot kepala dan leher bayi sudah kuat.
·
Anak tidak menderita
kelainan bawaan, demam,
diare, kejang-kejang, atau penyakit lain yang disarankan dokter tidak
melakukan banyak aktivitas.
·
Si bayi tidak dalam keadaan lapar.
·
Anak sudah selesai makan satu jam lalu.
·
Jangan memaksa si kecil melakukan posisi dan gerakan
tertentu.
·
Pada waktu melakukan baby
gym sebaiknya anak sudah tidak memakai baju.
SAAT TEPAT MELAKUKAN BABY GYM
·
Pada pagi hari
·
Dilakukan satu atau dua kali dalam sehari.
·
Lama melakukan 5-10 menit.
PERSIAPAN
MELAKUKAN BABY GYM
·
Sediakan atau sisihkan waktu khusus
selama kurang-lebih 10 menit untuk melakukan baby gym ini, sehingga Anda
benar-benar bebas dari segala bentuk “gangguan”.
·
Tangan Anda harus bersih, hangat dan
sebaiknya berkuku pendek.
·
Lepaskan semua perhiasan yang Anda
pakai pada kedua belah tangan, seperti cincin dan gelang, untuk meminimalkan
kemungkinan kulit bayi tergores.
·
Pastikan aliran udara dalam ruangan
lancar, hangat dan tidak pengap.
·
Baringkan bayi di atas tempat yang
permukaannnya rata, misalnya kasur atau busa tebal.
·
Putarlah atau perdengarkan musik
berirama lembut dan menyenangkan untuk didengar.
RENANG BAYI
LANGKAH-LANGKAH BELAJAR RENANG
* Lakukan latihan awal dengan menggunakan kolam plastik sebelum masuk ke kolam sungguhan. Basahi tubuhnya seperti ketika memandikan agar tak timbul fobia air. Bawa serta mainan tahan air seperti mainan bebek atau ikan, agar ia merasakan main di kolam sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jangan ragu untuk melibatkannya agar mau bermain-main, seperti menciprat-cipratkan air. Ini akan memancingnya untuk tersenyum dan tertawa, sekaligus menstimulasi kemampuan motoriknya.
* Jika si kecil sudah akrab dengan air, ajaklah ia untuk masuk ke kolam renang sungguhan. Namun, sebelumnya ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, antara lain:
* Sebagai langkah awal, seperti yang dilakukan di kolam karet, lakukan pengenalan air secara bertahap dimulai dengan membasuh seluruh tubuhnya. Lalu dalam posisi duduk gerakkan kaki silih berganti dan gerakkan tangannya seperti mencipratkan air. Jangan lupa, tetap bawa serta mainan air kesayangannya agar si kecil tak cepat bosan berada di kolam.
* Tahap berikutnya, gunakan pelampung yang berbentuk ban yang mampu menahan tubuhnya atau yang dilingkarkan pada pergelangan tangan. Fungsi pelampung ini selain sebagai alat pengaman, juga bisa membantu bayi berlatih "mengapung". Sambil menggunakan pelampung, bawa ia menyusuri pinggir kolam. Tapi ingat, jangan sesekali melepaskan pegangan maupun pengawasan Anda dari si kecil.
* Secara bertahap penggunaan pelampung sebaiknya dihentikan agar bayi tak tergantung pada alat tersebut. Sebagai pengganti pelampung, ayah/ibu bisa memegangi badan si kecil dan ajak untuk menikmati acara jalan-jalan di dalam kolam. Jika ia sudah terbiasa dengan air yang ada di sekelilingnya, secara bertahap pula ajak ia berenang di kolam yang lebih dalam.
* Agar bayi lebih termotivasi bereksplorasi di air, ajak anak-anak yang lain. Dengan proses belajar yang menyenangkan di antara banyak teman, tentu bayi akan lebih bersemangat. Secara tidak langsung, dengan banyaknya teman yang ikut berlatih, dalam diri bayi akan tumbuh keyakinan bahwa berenang itu sungguh menyenangkan.
* Lakukan latihan awal dengan menggunakan kolam plastik sebelum masuk ke kolam sungguhan. Basahi tubuhnya seperti ketika memandikan agar tak timbul fobia air. Bawa serta mainan tahan air seperti mainan bebek atau ikan, agar ia merasakan main di kolam sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jangan ragu untuk melibatkannya agar mau bermain-main, seperti menciprat-cipratkan air. Ini akan memancingnya untuk tersenyum dan tertawa, sekaligus menstimulasi kemampuan motoriknya.
* Jika si kecil sudah akrab dengan air, ajaklah ia untuk masuk ke kolam renang sungguhan. Namun, sebelumnya ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, antara lain:
* Sebagai langkah awal, seperti yang dilakukan di kolam karet, lakukan pengenalan air secara bertahap dimulai dengan membasuh seluruh tubuhnya. Lalu dalam posisi duduk gerakkan kaki silih berganti dan gerakkan tangannya seperti mencipratkan air. Jangan lupa, tetap bawa serta mainan air kesayangannya agar si kecil tak cepat bosan berada di kolam.
* Tahap berikutnya, gunakan pelampung yang berbentuk ban yang mampu menahan tubuhnya atau yang dilingkarkan pada pergelangan tangan. Fungsi pelampung ini selain sebagai alat pengaman, juga bisa membantu bayi berlatih "mengapung". Sambil menggunakan pelampung, bawa ia menyusuri pinggir kolam. Tapi ingat, jangan sesekali melepaskan pegangan maupun pengawasan Anda dari si kecil.
* Secara bertahap penggunaan pelampung sebaiknya dihentikan agar bayi tak tergantung pada alat tersebut. Sebagai pengganti pelampung, ayah/ibu bisa memegangi badan si kecil dan ajak untuk menikmati acara jalan-jalan di dalam kolam. Jika ia sudah terbiasa dengan air yang ada di sekelilingnya, secara bertahap pula ajak ia berenang di kolam yang lebih dalam.
* Agar bayi lebih termotivasi bereksplorasi di air, ajak anak-anak yang lain. Dengan proses belajar yang menyenangkan di antara banyak teman, tentu bayi akan lebih bersemangat. Secara tidak langsung, dengan banyaknya teman yang ikut berlatih, dalam diri bayi akan tumbuh keyakinan bahwa berenang itu sungguh menyenangkan.
MANFAAT
Sebuah penelitian di Jerman,
menyatakan bahwa melatih bayi berenang sejak usia dini sangat bermanfaat bukan
hanya pada perkembangan fisiknya namun juga kemampuan berkonsentrasi, gerak
reflek, kecerdasan serta perilaku sosial saat mereka memasuki usia taman
kanak-kanak.
Penelitian tersebut juga menyatakan
bahwa anak yang telah berlatih renang sejak dini, terutama pada masa tiga bulan
pertama usianya tidak hanya berpotensi menjadi anak berbakat, tapi juga lebih
mandiri dan percaya diri serta menampakan kecerdasan intelektual yang lebih
tinggi dibanding anak sesuainya yang tidak dilatih renang.
Di bidang sosial, anak-anak yang
telah berlatih renang sejak dini akan lebih mudah beradaptasi dan menyesuaikan
diri dengan anak-anak lainnya serta mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Hasil tersebut bukan disebabkan pelatihan fisik dari aktifitas renang itu
sendiri, namun juga pengaruh dari proses treatment fisik dari aktifitas
tersebut, dimana memungkinkan sikecil untuk memperolah berbagai pengalaman baru
dengan mudah. Pengalaman-pengalam inilah yang meningkatkan kepercayaan diri dan
kemandiriannya. Pada waktu yang sama, pengalaman tersebut juga berpengaruh pada
sikap anak dengan orang lain. Kepercayaan dan kemandirian itulah yang
berpengaruh terhadap prestasi dan perkembangan intelektual anak itu sendiri.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Kedalaman kolam
Jangan bawa bayi ke kolam renang yang tidak memiliki bagian khusus untuk anak. Pilihlah area yang tingkat kedalamannya hanya sebatas pinggangnya. Selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, semisal tenggelam, kolam yang terlalu dalam juga dikhawatirkan membuat si kecil merasa tak nyaman yang malah mengakibatkannya jadi takut air. Untuk mengenalkan tingkat kedalaman
yang berbeda, lakukanlah secara bertahap, dari yang paling dangkal.
Suhu air
Air kolam renang sebaiknya jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Usahakan yang bersuhu kurang lebih sama dengan suhu badan. Air yang terlalu dingin maupun panas bisa menyebabkan si kecil sakit.
Kejernihan air
Usahakan air kolam renang jernih dan tak keruh, sehingga kalaupun terminum tidak mengakibatkan apa-apa. Sedapat mungkin hindari kolam renang yang airnya mengandung kaporit karena justru akan berdampak buruk pada mata dan kulitnya.
Lantai kolam
Perhatikan kebersihan lantai kolam. Hindari yang permukaannya licin karena bisa mengakibatkannya gampang terpeleset.
Jangan bawa bayi ke kolam renang yang tidak memiliki bagian khusus untuk anak. Pilihlah area yang tingkat kedalamannya hanya sebatas pinggangnya. Selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, semisal tenggelam, kolam yang terlalu dalam juga dikhawatirkan membuat si kecil merasa tak nyaman yang malah mengakibatkannya jadi takut air. Untuk mengenalkan tingkat kedalaman
yang berbeda, lakukanlah secara bertahap, dari yang paling dangkal.
Suhu air
Air kolam renang sebaiknya jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Usahakan yang bersuhu kurang lebih sama dengan suhu badan. Air yang terlalu dingin maupun panas bisa menyebabkan si kecil sakit.
Kejernihan air
Usahakan air kolam renang jernih dan tak keruh, sehingga kalaupun terminum tidak mengakibatkan apa-apa. Sedapat mungkin hindari kolam renang yang airnya mengandung kaporit karena justru akan berdampak buruk pada mata dan kulitnya.
Lantai kolam
Perhatikan kebersihan lantai kolam. Hindari yang permukaannya licin karena bisa mengakibatkannya gampang terpeleset.
Pengawasan
Pengawasan dan pendampingan orang tua memang jelas-jelas harus dilakukan. Ini penting karena tak sedikit bayi yang nyaris tenggelam atau tersedak akibat mulut atau hidungnya kemasukan air. Jika mengalami hal tak menyenangkan seperti itu bukan tidak mungkin bayi jadi enggan berenang. Sementara jika bayi memang sulit diajari berenang karena takut air, amat disarankan agar orang tua tidak memaksakan kehendak. Mungkin dia butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan air. Yang penting, jalani proses belajar berenang dengan suasana bermain yang menyenangkan.
Pengawasan dan pendampingan orang tua memang jelas-jelas harus dilakukan. Ini penting karena tak sedikit bayi yang nyaris tenggelam atau tersedak akibat mulut atau hidungnya kemasukan air. Jika mengalami hal tak menyenangkan seperti itu bukan tidak mungkin bayi jadi enggan berenang. Sementara jika bayi memang sulit diajari berenang karena takut air, amat disarankan agar orang tua tidak memaksakan kehendak. Mungkin dia butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan air. Yang penting, jalani proses belajar berenang dengan suasana bermain yang menyenangkan.
Langganan:
Postingan (Atom)